Rumah Musik Tradisional Korea

Jumat, 29 April 2011

Yeongdong terletak di sebelah utara Provinsi Chungcheong, sekitar 5 jam perjalanan dari Seoul. Tempat ini selalu dipenuhi dengan suara aliran air sepanjang tahun karena Sungai Yang, cabang dari sungai Geum, selalu mengalir ke arah puncak gunung Sobaek. Yeongdong terkenal dengan sebutan Air Terjun Park Yeon karena setara dengan permainan seruling Park Yeon, dan tempat ini juga terkenal dengan nama Air Terjun Okgye. 

Park Yeon – sering dikenal dengan nama Nangye Park Yeon -- bernama pena Nangye, adalah Bapak Alat Musik Tradisional Korea yang selalu datang ke tempat ini untuk melepas penat dan memainkan piri, seruling tradisional Korea. Sebagai tempat pelestarian musik tradisional Korea, tempat ini tidak hanya memiliki fasilitas yang berhubungan dengan jenis musik , tetapi juga menjadi tempat bagi orkestra musik klasik Korea. Wilayah ini juga merupakan kampung halaman Nangye Park Yeon, salah satu dari tiga pemain musik handal Korea, Wang San-ak(왕산악) dari Goguryeo dan Ureuk dari wilayah Silla.

Di tempat ini, terdapat berbagai fasilitas seperti museum, tempat pembuatan alat musik, dan arena pertunjukan. Museum Musik Tradisional Nangye menampilkan karya-karya dan alat musik, buah karya Park Yeon, termasuk juga sejarah dan proses pembuatannya. Di Pusat Pembuatan Alat Musik Tradisional Nangye, kita dapat membuat alat-alat musik tradisional Korea yang terbagi menjadi alat musik petik dan pukul. Proses pembuatannya dapat diikuti mulai dari mengukir kayu, memasang senar sampai melukis. Selain membuat, kita juga dapat mengikuti kelas untuk belajar memainkan alat musik tradisional itu. Di arena pertunjukan, Aula Musik Tradisional Nangye, kita dapat melihat pertunjukan alat musik tradisional. Terdapat 500 kursi dan lebih dari 70 penampilan musik klasik tradisional yang dapat kita nikmati di arena ini setiap tahunnya.

Dengan mengikuti semua kegiatan di tempat ini, mulai dari pembuatan sampai memainkan alat musik tradisional, kita dapat menghayati jejak langkah dan kehidupan musik Nangye Park Yeon. Bersama dengan hangatnya semilir angin musim semi yang mulai berhembus kali ini, kita dapat menikmati indahnya alunan musik klasik Korea yang berpadu dalam jalinan kehidupan sehari-hari masyarakat Yeongdong yang harmonis.





Yeongdong Ice Park









sr : KBS World

Pelajaran pertama. Percakapan Dasar





네.(예.)
[ Ne.(ye.)]
Ya. 

아니오.
[Anio.]
Tidak. (Bukan.) 

여보세요.
[Yeoboseyo.]
Halo. 

안녕하세요.
[Annyeong-haseyo.]
Apa kabar. 

안녕히 계세요.
[Annyong-hi gyeseyo.]
Selamat tinggal. 

안녕히 가세요.
[Annyeong-hi gaseyo.]
Selamat jalan. 

어서 오세요.
[Eoseo oseyo.]
Selamat datang. 

고맙습니다.(감사합니다.)
[Gomapseumnida. (Gamsahamnida.)]
Terima kasih. 

천만에요.
[Cheonmaneyo.]
Kembali. (Sama-sama.) 

미안합니다.(죄송합니다.)
[Mianhamnida. (Joesong-hamnida.)]
Minta maaf. (Mohon maaf.) 

괜찮습니다.(괜찮아요.)
[Gwaenchansseumnida.]
Tidak apa-apa. 

실례합니다.
[Sillyehamnida.]
Permisi.

Kebiasaan / Tradisi, Kesenian, Bahasa


Kebiasaan / Tradisi
Ada sebuah tradisi / kebiasaan  yang cukup terkenal di Korea. Tradisi ini dinamakan “sesi custom”. Tradisi sesi  dilaksanakan sekali setiap tahun. Sesi adalah sebuah tradisi untuk
mengakselerasikan ritme dari sebuah lingkaran kehidupan tahunan sehingga 
seseorang dapat lebih maju di lingkaran kehidupan tahun berikutnya. 
Tradisi sesi dilaksanakan berdasarkan kalender bulan (Lunar Calender). 
Matahari, menurut adat Korea
, tidak menunjukkan suatu karakteristik musiman. Akan tetapi, Bulan menunjukkan 
suatu perbedaan melalui perubahan fase bulan. Oleh karena itu, lebih mudah 
membedakan adanya perubahan musim atau waktu melalui fase bulan yang dilihat. 
Dalam tradisi sesi, ada lima 
dewa yang disembah, yaitu irwolseongsin (dewa matahari bulan dan 
bintang), sancheonsin (dewa gunung dan sungai), yongwangsin (raja 
naga), seonangsin (dewa kekuasaan), dan gasin (dewa rumah). 
Kelima dewa ini disembah karena dianggap dapat mengubah nasib dan keberuntungan 
seseorang. 
Pada hari di mana sesi dilaksanakan, akan diadakan sebuah acara makan malam 
antar sesama keluarga yang pertalian darahnya dekat (orang tua dengan anaknya). 
Acara makan wajib diawali dengan kimchi dan lalu dilanjutkan dengan 
“complete food session”. 
Ada juga mitos lain dalam memperoleh keberuntungan menurut tradisi Korea, 
antara lain “nut cracking” yaitu memecahkan kulit kacang-kacangan yang keras 
pada malam purnama pertama tahun baru, “treading on the bridge” yaitu berjalan 
dengan sangat santai melewati jembatan di bawah bulan purnama pada malam 
purnama pertama tahun baru yang katanya dapat membuat kaki kita kuat sepanjang 
tahun, dan “hanging a lucky rice scoop” yaitu menggantungkan skop (sendok) 
pengambil nasi di sebuah jendela yang katanya akan memberi beras yang melimpah 
sepanjang tahun.


Kesenian
Kesenian tradisional di Korea, dalam hal ini musik dan tarian, diperuntukkan khusus sebagai suatu bagian dalam penyembahan “ lima dewa" Ada beberapa alat musik   
tradisional yang digunakan, misalnya hyeonhakgeum (sejenis alat musik
berwarna hitam yang bentuknya seperti pipa dengan tujuh buah senar) dan gayageum 
(alat musik mirip hyeonhakgum tetapi bentuk, struktur, corak, dan cara memainkannya berbeda dan memiliki dua belas buah senar). Tarian tradisional yang cukup terkenal di Korea antara lain cheoyongmu (tarian topeng), hakchum (tarian perang), dan chunaengjeon (tarian musim semi). Tarian chunaengjeon ditarikan sebagai tanda terima kasih kepada dewa irwolseongsin dan dewa sancheonsin atas panen yang berhasil.

Bahasa
Bahasa yang digunakan di Korea adalah bahasa Korea. Penulisan bahasa Korea dinamakan Hangeul. Hangeul diciptakan oleh Raja Sejong pada abad ke 15. Hangeul terdiri dari 10 huruf vokal dan 14 konsonan yang bisa dikombinasikan menjadi banyak sekali huruf-huruf dalam bahasa Korea. Hangeul sangat mudah dibaca dan dipelajari. Hangeul juga dianggap sebagai bahasa tulisan yang paling sistematik dan scientific di dunia. Berikut adalah contoh Hangeul.