efek ga ad postingan dan ff blum selesai. :(

Minggu, 29 Mei 2011

hhhaa,,,,
gue ga tau mesti nulis apaan, hati, pikiran dan tangan gue emang bener.bener ga sinkron. . .
ff kedua gue udh sebulan ga pernah gue sentuh, feel gue ke eunhyuk dan donghae emang bener.bener d uji.
#halah apaan coba, , ,
pengen sih rasa'y gue posting tuh ff, tapi masih 8 halaman, crita macam ap tuh? dan gue ga tau kapan mau ngelanjutinnya,
ntar lo semua pd penasaran lagi, mpe kebawa mimpi,,,
gue ga mau dong bikin lo semua sakit gara.gara gue,,,
wkwkwkwwk,,,
tulisan gue mulai ngawur sengawur.ngawurnya. . . .
apa? loe mau gue terusin tulisan biadab ini?


gue yakin lo semua sekarang lagi ngegerakin mouse trus ngarahin'y k kotak sebelah kanan paling atas bersimbol X (merah)
ok?
wassalam dari gue. . .

eh tapi sebelum'y. . .
gue mohon dengan sangat, klo ad yg ngebaca FF gue,
tolong comment'y dong, demi kelangsungan hidup'y FF kedua gue yang hampir punah di makan zaman..
*najis
=.=

Festival Lumpur Boryeong: Berbagai Manfaat Lumpur

Minggu, 22 Mei 2011


Pada tanggal 11 Juli 2009, Festival Lumpur Boryeong di Pantai Daecheon, Propinsi Chungcheong Selatan, dibuka pada pukul 10 pagi dengan pesta kembang api. Tahun ini adalah yang ke-12 kalinya Festival Boryeong diadakan.

Pantai Daecheon, yang merupakan salah satu pantai terindah di daerah Pantai Barat Korea memang terkenal dengan lumpur Boryeongnya, yang digunakan sebagai lumpur kosmetik. Karena itu, pada tahun 1998, Balai Kota Boryeong yang bertanggung jawab atas bisnis lumpur tersebut mengadakan Festival Lumpur Boryeong yang pertama untuk mempromosikan lumpur Boryeong. Kini Festival Lumpur Boryeong telah menjadi salah satu festival terbesar di Korea yang menarik perhatian para turis, terutama turis mancanegara. Jumlah turis asing tersebut pun tahun ini mencapai 70.000 orang, jauh lebih banyak dibandingkan 1.000 turis pada tahun pertama festival ini diadakan. Ini seiring dengan bertambahnya turis asing yang datang ke Korea.

Festival yang berlangsung selama 9 hari ini memiliki berbagai macam fasilitas untuk aktifitas pengalaman langsung dengan lumpur Boryeong. Salah satunya adalah “Super Mud Slide,” dimana para pengunjung dapat meluncuri sebuah tube perosotan sepanjang 25 meter sebelum mencebur ke dalam lumpur. Selain itu juga ada “Pancuran Lumpur,” dimana lumpur menyirami tubuh para pengunjung bagai air terjun. Disana juga terdapat “Kolam Besar Pemijatan Lumpur” yang memanjakan para pengunjung dengan pijatan lembut dengan menggunakan lumpur. Dari bermandi lumpur hingga spa lumpur pun dapat dinikmati di “Ruang Pengalaman Lumpur.” Lumpur Boryeong kaya akan mineral, germanium, bentonit dan lain-lain yang baik untuk kesehatan kulit dan rambut. Para pengunjung juga dapat mewarnai wajah mereka dengan lumpur warna-warni. Jadi, banyak sekali yang dapat dinikmati di Festival Lumpur Boryeong ini.

Terbentuknya lumpur di Pantai Daecheon terbentuk selama beratus-ratus tahun di desa yang dinamakan “Sepuluh-ribu Tahun Boryeong.” Kulit-kulit kerang yang terhantam ombak hancur berkeping-keping hingga menjadi butiran pasir halus. Hantaman ombak dan gelombang pasang di pantai ini juga membentuk sebuah dataran lumpur yang lebar, rumah dari berbagai macam hewan laut seperti tiram, kerang-kerangan, rumput laut, bahkan gurita. Anak-anak kecil pun mendapatkan kesenangan dengan mencoba menangkap kerang di dataran lumpur ini. 

Nama Boryeong yang semakin terkenal pun membuat negara lain tertarik untuk mengadakan festival serupa. Rencananya, lumpur Boryeong tersebut juga akan diekspor ke Kota Dalian di Cina untuk digunakan dalam Festival Lumpur Boryeong Cina yang akan dibuka pada tanggal 26 Juli nanti. Permintaan yang serupa juga datang dari kota-kota pantai Cina lainnya. Tidak heran, jika setiap tahun banyak para turis yang kembali datang ke Korea untuk mengikuti Festival Lumpur Boryeong dan menjadikan festival ini sebagai rutin di bulan Juli.









source : KBS World
credit : KBS.com
re-uploaded : upaupapuspa

Kedai Kopi Hakrim

Minggu, 08 Mei 2011

Starbucks, Pascucci, Coffee Bean... Nah, kedai kopi khusus dari luar negeri seperti itu sangat digemari oleh kalangan muda, maka belakangan ini sulit untuk menemukan kedai kopi khusus atau kafe yang hanya menyediakan kopi di dalam kota Seoul. Namun demikian, ada sejumlah kafe yang masih dipadati oleh banyak orang, maka hari ini, kami mengantarkan anda ke sebuah kafe yang bersejarah panjang di dalam kota Seoul, yaitu Daehakro, Seoul. 

Bagi masyarakat Korea, sebuah daerah yang dinamakan 'Daehakro' di Jongnogu, Seoul terkenal sebagai daerah yang bernuansa seni dan budaya. Sebenarnya, di sana, terdapat banyak gedung teater, tempat pertunjukkan, galeri, dll, maka selalu dipadati oleh seniman dan masyarakat Korea yang ingin menikmati budaya khas. Nah, jika kita berjalan-jalan di Daehakro, maka kita akan mudah menemukan berbagai jenis rumah makan, kafe, kedai khusus kopi, dll, dan diantaranya, ada sebuah tempat yang membuat kita membayangkan nuansa nostalgia di masa lalu. Ya, tempat itu tiada lain adalah kedai kopi Hakrim atau 'Hakrim Dabang'. 'Dabang' berarti kedai kopi dalam bahasa Korea, dan isitilah seperti itu jarang digunakan di era ini, karena kata 'Dabang' itu bernuansa kuno dan tidak sesuai dengan tren saat ini. Namun, kedai kopi Hakrim atau 'Hakrim Dabang' masih digemari oleh masyarakat Korea, baik generasi muda yang mencari tren terbaru, maupun generasi tua yang mempunyai nostalgia di masa lalu. Kedai kopi Hakrim tersebut dibuka sejak tahun 1956 lalu, dan terkenal sebagai ruangan khusus bagi seniman, maka sebenarnya, para sastrawan, sutradara, kritikus budaya, dll sering mengunjunginya dan berbicara satu sama lain tentang sastra, musik, dll. Sebagai buktinya, kita dapat menemukan tulisan dari sejumlah sastrawan kenamaan di Korea dari sebuah buku tamu. Oleh karena itu, tidaklah berlebihan bila dikatakan bahwa 'Hakrim Dabang' tersebut bukan hanya kedai kopi, tetapi juga ruang budaya yang bersejarah panjang.

Jika kita masuk ke dalam, penampilan ruangan dalam yang dibuat dari kayu juga membuat kita menikmati nuansa kuno dan lama, maka dapat mencicipi suasana khas yang sulit dinikmati di era ini. Khususnya, sebanyak 1500 buah kopi piringan hitam yang tersimpan di sana juga menambah suasana khas di kedai kopi Hakrim. Yang lebih menarik lagi adalah masih ada DJ yang memutarkan musik di sana, maka pagelaran klasik yang diadakan sekali sepekan juga memberikan kenikmatan khusus kepada para pengunjung. Walaupun kedai kopi Hakrim masih memiliki nuansa kuno dan lama, namun pemilik 'Hakrim Dabang' tidak malas untuk menyesuaikan tren di saat ini. Dia selalu berusaha untuk mengembangkan rasa kopi yang khas dan tersendiri, maka rasa kopi di sana cukup memuaskan selera penggemar kopi di kedai kopi Hakrim. Barangkali, usaha seperti itu sangat penting untuk membuat kedai kopi Hakrim menjadi sebuah ruangan budaya yang dapat dinikmati oleh baik kalangan muda maupun kalangan tua, benarkan? Oleh karena itu, menemukan penampilan kakek-kakek yang berambut putih dan para wanita muda yang berusia 20an tahun secara sekaligus di Hakrim sudah tidak terasa asing lagi. Nah, di daerah Daeharkro di mana terdapat tren yang berubah cepat, kedai kopi Hakrim memberikan peluang kepada kita agar dapat menikmati nostalgia di masa lampau pada tahun 1960 hingga 80an seperti halnya naik mesin waktu. Oleh karena itu, cukup banyak masyarakat yang masih mengunjunginya di dalam era membanjirnya kedai kopi khusus bermerek luar negeri. Saudara, hari ini, di mana anda mencari kenangan romantis dan nostalgia yang pernah alami? Jika anda sempat ke kota Seoul, jangan lupa mengunjungi kedai kopi Hakrim atau Hakrim Dabang. Barangkali, di sana, anda dapat mengalami sesuatu yang sangat berharga. 







sr : KBS World