Stand Up Comedy

Minggu, 01 Januari 2012

Stand up comedy adalah seni melawak (komedi) yang disampaikan di depan penonton secara langsung (live). Biasanya sang komedian akan melakukan one man show. melemparkan lelucon melalui monolog atau statement dalam satu kalimat yang mengandung humor. Komedian di jalur ini biasanya menulis skrip lawakannya untuk tampil dalam 20-45 menit). Kadang-kadang mereka memakai alat bantu untuk menyampaikan lelucon mereka. Meskipun stand up comedy, pelawak ngga harus terus menerus berdiri, beberapa pelawak menyampkain sambil duduk seperti sedang bercerita pada kita. Sejarah stand up comedy dimulai sejak abad 18 di Eropa dan Amerika. Dalam sejarahnya perkembangan stand up comedy juga ditemui di berbagai benua.


Pelaku atau komedian ini biasa disebut dengan “stand up comic” atau “comic”. Para comic ini biasanya memberikan beragam cerita humor, lelucon pendek atau kritik-kritik berupa sindiran terhadap sesuatu hal yang sifatnya cenderung umum dengan sajian gerakan yang penuh ekspresi dan gaya bertutur yang seringkali cepat. Beberapa komik pun bahkan menggunakan alat peraga untuk meningkatkan performa mereka di atas panggung. Stand Up Comedy biasanya dilakukan di kafe, bar, universitas dan teater.


Tidaklah mudah untuk menjadi komik atau pelaku Stand Up Comedy ini. Selain harus bisa melucu, tekanan mental pun hadir menyelimuti diri Anda yang ingin menjadi komik di atas panggung. Jika lelucon yang Anda berikan tidak dimengerti atau bahkan tidak dianggap lucu, para audiens yang menonton diri Anda diatas panggung tentu tidak akan tertawa dan –lebih parah lagi- bisa mencibir Anda yang sedang atau telah beraksi di atas panggung. Dan tentu, itu merupakan tantangan terbesar bagi seorang comic. 



Comic menampilkan stand up comedy dengan teknik penyampaian cerita humor ataujokes secara one-liner atau cerita yang terdiri dari beberapa kalimat, biasanya dua sampai tiga kalimat singkat yang terdiri dari beberapa premis. Premis ini terdiri dari Setupdan Punchline. Setup merupakan premis yang merupakan ungkapan atas situasi yang dapat diterima oleh penonton atau fenomena dari kebiasaan sehari-hari, sedangkanpunchline merupakan bagian yang menciptakan dampak kelucuan dari premis sebelumnya, dengan cara mematahkan konsep premis setup sebelumnya dengan premis lain yang berlawanan atau tidak sejalan dengan premis setup.

Contoh:  "I don't smoke, i don't drink, i don't  snort, and i don't a gamble. I do lie a little bit through"
               "Im not an actor. But i play one on TV."

Contoh pertama "I don't smoke, i don't drink, i don't  snort, and i don't a gamble." Kalimat ini merupakan setup dari premis tersebut. kemudian dipatahkan melalui Punchline "I do lie a little bit through". Comic  bercerita bahwa ia tidak melakukan di premis pertama, tetapi di premis kedua ia mengatakan bahwa ia berbohong atasnya. Dengan dipatahkannya premis pertama di premis kedua maka muncullah kelucuan.

Contoh kedua "Im not an actor. But i play one on TV." Premis pertama "Im not an actor" masih dapat diterima penonton , tetapi hal itu kemudian dipatahkan di premis kedua dengan  "But i play one on TV" kalimat ini mengandung kelucuanDi kalimat sebelumnya ia mengatakan bahwa ia bukan seorang aktor, tetapi ia pernah bermain sandiwara sekali di sebuah televisi.Lantas apakah premis pertama masih bisa dibuktikan kebenarannya? Disanalah letak kelucuannya.

Humor verbal pada dasarnya merupakan suatu bentuk permainan kata atau permainan bahasa.Hal ini dapat diteliti seacara linguistik sebagai salah satu cabang  ilmu yang meneliti fenomena kebahasaan. Linguistik memiliki banyak anak cabang ilmu yang dari kesemuanya dapat menciptakan suatu bentuk humor verbal jika penggunaannya tidak pada tempat semestinya.

Fonologi sebagai ilmu bahasa yang menyibukkan diri dengan satuan terkecil kebahasaan, yakni bunyi. Satuan bunyi terkecil yang disebut dengan fonem merupakan bagian yang menciptakan bunyi-bunyi yang kemudian kita kenal dengan susunan alfabet. Lewat teori ini bisa muncul humor verbal seperti kesalahan pengucapan yang sebenarnya juga merupakan wilayah psikolinguistik.

Morfologi sebagai ilmu yang menyibukkan diri dengan pembentukan kata juga dapat menjadi bahan humor verbal. Kesalahan pengucapan kata atau sering dinamakan "keseleo lidat" atau salah ucap bisa menjadi bahan humor. Seperti kata salah ucap yang sempat dilakukan oleh salah satu pembaca berita yang ingin mengatakan "perjumpaan di studio metro TV", namun terucap olehnya "di studio "metro mini"". Kata metro mini memiliki makna yang tentu berbeda sekali dengan metro TV. Lantas hal ini dapat memunculkan kelucuan. Konteks perbedaan makna tadi sebenarnya merupakan kajian semantik, yakni cabang ilmu bahasa yang mempelajari tentang makna tanda kebahasaan. Namun wilayah yang disoroti adalah wilayah kata yang notabene wilayah morfologi.

Cabang linguistik lain yang juga berpotensi memunculkan humor verbal adalah Pragmatik, sebuah ilmu yang mempelajari hubungan suatu tanda kebahasaan didasarkan pada konteks pemakaian, fungsi dan makna yang ditimbulkan. Pragmatik dan Semantik masih memiliki ruang lingkup wilayah kajian yang hampir sama, namun memiliki perbedaan mendasar yang bisa memisahkan jarak kedua ilmu ini.Geoffrey Leech membedakan kedua bidang ini dengan batasan bahwa semantik sebagai kajian yang dyadic dan mendefinisikan makna sebagai satuan ciri-ciri tertentu suatu bahasa dan terpisah dari cara penggunaannya lewat penutur, petutur, dan konteks, sedangkan pragmatik sebagai kajian triadic dan membahas makna yang timbul dari suatu tanda kebahasaan lewat konteks penggunaan bahasa oleh penutur dan petuturnya.

Contoh materi one-liner  diatas merupakan suatu contoh penerapan konsep pragmatik kebahasaan, dimana premis-premis yang tersusun menciptakan suatu kesinambungan tetapi makna yang timbul saling bertentangan dan hal ini hanya dapat dipahami secara pragmatik. Ketika mendengar premis pertama, pendengar akan memiliki konsep presuposisi (praduga) yang lazim sesuai dengan kalimat tersebut serta masih dapat diterima. Namun pada premis yang mengandung punchline konteks tersebut dibalikkan dan  melanggar maksim relevansi serta presuposisi yang ternyata tidak terbukti benar secara utuh. Nah, pelanggaran inilah yang kemudian memunculkan kelucuan. Fenomena-fenomena yang lazim terjadi di masyarakat sering kali menjadi bahan paracomic untuk suguhan humornya.

Semua jenis humor yang sering dilontarkan para komedian, comic, pembaca berita atau bahkan sahabat anda ketika berhasil membuat tertawa para pendengarnya diakibatkan oleh humor yang terbentuk sebagai akibat pelesetan fungsi bahasa. Permainan kata dan bahasa yang tidak lazim mampu menciptakan situasi yang mengundang gelak tawa karena ketidaksesuaian konten yang dibicarakan terhadap apa yang biasanya terjadi dalam fenomena kehidupan sehari-hari. Semakin jelaslah kiranya besarnya fungsi bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Bisa dibayangkan bagaimana seandainya bahasa tidak pernah ada, apakah kita masih  mengenal tertawa? masih adakah esensi hidup jika bahasa tak pernah ada?





sr : mindtalk, curipandang, anojumisa

Zapin

Sabtu, 31 Desember 2011

Zapin berasal dari bahasa arab yaitu "Zafn" yang mempunyai arti pergerakan kaki cepat mengikut rentak pukulan. Zapin merupakan khazanah tarian rumpun Melayu yang mendapat pengaruh dari Arab. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur.
Musik pengiringnya terdiri dari dua alat yang utama yaitu alat musik petik gambus dan tiga buah alat musik tabuh gendang kecil yang disebut marwas. Sebelum tahun 1960, zapin hanya ditarikan oleh penari laki-laki namun kini sudah biasa ditarikan oleh penari perempuan bahkan penari campuran laki-laki dengan perempuan.
Tari Zapin sangat banyak ragam gerak tarinya, walaupun pada dasarnya gerak dasar zapin-nya sama, ditarikan oleh rakyat di pesisir timur dan barat Sumatera, Semenanjung Malaysia,Sarawak, Kepulauan Riau, pesisir Kalimantan dan Brunei Darussalam.

Tarian Zapin merupakan salah satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang. Tarian ini diinspirasikan oleh keturunan Arab yang berasal dari Yaman. Menurut sejarah, tarian Zapin pada mulanya merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Masyarakat Melayu termasuk seniman dan budayawannya memiliki daya kreasi yang tinggi. Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun. Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.
SENI Tari adalah gerak indah dan berirama yang mengandung dua unsur penting: gerak dan irama. Gerak merupakan gejala primer dan juga bentuk spontan dari kehendak yang terdapat di dalam jiwa; sementara irama adalah bunyi teratur yang mengiringi gerak tersebut. Gerak tarian  biasanya diinspirasikan dari pengalaman hidup sehari-hari.
Satu tari tradisional Melayu yang sangat mengakar dan populer adalah Tarian Zapin. Tari ini merupakan satu dari beberapa jenis tarian Melayu yang masih eksis sampai sekarang. Tarian ini diinspirasikan oleh keturunan Arab yang berasal dari Yaman.
Menurut sejarah, tarian Zapin pada mulanya merupakan tarian hiburan di kalangan raja-raja di istana setelah dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Masyarakat Melayu termasuk seniman dan budayawannya memiliki daya kreasi yang tinggi.
Hal ini dapat dilihat dari perkembangan kreasi tari Zapin yang identik dengan budaya Melayu maupun dalam hal berpantun. Seniman dan budayawannya mampu membuat seni tradisinya, tidak mandek tapi penuh dinamika yang selalu dapat diterima dalam setiap keadaan. Tarian tradisional ini bersifat edukatif dan sekaligus menghibur, digunakan sebagai media dakwah Islamiyah melalui syair lagu-lagu zapin yang didendangkan.
Sebutan zapin umumnya dijumpai di Sumatera Utara dan Riau, sedangkan di Jambi, Sumatera Selatan dan Bengkulu menyebutnya dana. Julukan bedana terdapat di Lampung, sedangkan di Jawa umumnya menyebut zafin. Masyarakat Kalimantan cenderung memberi nama jepin, di Sulawesi disebut jippeng, dan di Maluku lebih akrab mengenal dengan nama jepen. Sementara di Nusatenggara dikenal dengan julukan dana-dani.




sr : wikipedia, asiaaudiovisualrb09noorhidayah.

Makna Berkapur Sirih Bagi Orang Melayu

Kamis, 29 Desember 2011

Dalam kehidupan orang melayu dikenal sebagai sebuah tradisi yang disebut dengan berkapur sirih, yaitu tradisi makan sirih yang diramu dengan kapur dan pinang. Tradisi makan sirih merupakan warisan budaya masa silam, lebih dari 300 tahun yang lampau hingga sat ini.

Budaya makan sirih hidup di Asia Tenggara. Pendukung budaya ini terdiri dari berbagai golongan, meliputi masyarakat kelas bawah, pembesar negara, serta kalangan istana.

Tepak sirih digunakan sebagai perangkat yang tidak boleh dilupakan dalam acara-upacara resmi adat. Oleh karena tepak sirih merupakan simbol yang memiliki arti penting, maka pemakaiannya tidak bileh sembarangan.

Didalam tepak sirih terdapat beberapa perlengkapan yang lainnya seperti cembul yang berjumlah empat atau lima yang digunakan untuk tempat menyimpan pinang, gambir, kapur, tembakau, dan bunga cengkeh. Bekas sirih yang digunakan untuk menyimpan sirih. Kacip, yang merupakan alat yang berfungsi sebagai pisau untuk memotong dan menghiris buah pinang atau obat-obat tradisional yang terdiri dari tumbuh-tumbuhan.

Gobek, adalah tempat sirih yang telah dilengkapi dengan kapur, gambir, pinang, dan cengkeh. Ketur, adalah tempat berludah. Orang yang memakan sirih pasti akan sering mengeluarkan ludah yang berwarna merah, pekat, dan kotor.

Didalam tradisi makan sirih sering disebut dengan ramuan berkapur sirih, yang biasanya dilengkapi dengan sirih, pinang, gambir, tembakau dan kapur. Semua ramuan atau bahan yang digunakan dalam berkapur sirih memiliki makna dan falsafah tersendiri, yang mana sirih memiliki lambang sifat rendah hati, memberi, serta selalu memuliakan orang.

Makna ini ditafsirkan dari cara tumbuh sirih yang memanjat pada para-para,batang pohon sakat, atau batang pohon api-api yang digemarinya, tanpa merusakkan batang atau apapun tempat ia hidup.

Kapur yang memberi lambang hati yang putih bersih dan serta tulus, tetapi jika keadaan memaksa, ia akan berubah menjadi lebih agresif dan marah.

Gambir memiliki rasa pahit melambangkan kecekalan atau keteguhan hati. Makna diperoleh dari warna daun gambir kekuning kuningan. Dimaknai bahwa sebelum mencapai sesuatu, kita harus sabar melakukan proses untuk mencapainya.

Pinang melambangkan keturunan orang yang baik budi pekerti, jujur,serta memiliki derajat tinggi. Bersedia melakukan suatu pekerjaan dengan hati terbuka dan bersungguh sungguh. Makna ini ditarik dari sifat pohon pinang yang tinggi lurus keatas serta mempunyai buah yang lebat dalam setandan.

Tembakau melambangkan hati yang tabah dan bersedia berkorban dalam segala hal. Ini karena daun tembakau memiliki rasa yang pahit dan memabukkan bila diiris halus sebagai tembakau,dan tahan lama disimpan.



sr : riauheritage, sungaikuantan